Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Narasi di atas mengingatkan kita bahwa keberadaan seseorang baru terasa lengkap ketika kehadirannya membawa kebaikan. Bermanfaat untuk orang lain tidak selalu harus tunggu kaya, berkuasa, atau pintar luar biasa. Bermanfaat bisa dimulai dari hal-hal terkecil:
-
Satu ukiran senyum dan sapaan hangat yang meringankan beban mental kawan.
-
Tangan yang terulur untuk membantu pekerjaan sederhana.
-
Ilmu dan pengalaman yang dibagikan tanpa takut tersaingi.
-
Telinga yang mau mendengar ketika seseorang butuh tempat bersandar.
"Jadilah seprti pohon yang tidak pernah memakan buahnya sendiri, orang yang berhasil bukan hanya hebat untuk dirinya sendiri tetapi bermanfaat bagi orang lain."
