Tentang Kedisiplina dan Pelaksanaan Upacara Bendera
SMAN 8 Garut. Senin tanggal 18 Mei 2026 yang bertindak sebagai pembina upacara adalah Kapolsek cilawu, dalam amanatnya beliau menyoroti tentang beberapa hal di antaranya:
1. Tentang kriminal sikap murid ke guru seperti perkelahian terhadap guru oleh siswa.
2. Tentang bullying.
3. Pemimpin upacara tidak boleh terlalu banyak laporan.
4. Tentang keselamatan lalu lintas seperti pengguna helm dll.
5. Yang gak punya helm bisa ambil helm di polsek.
6. Untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya wajib seluruh siswa.
Beliau mengatakan bahwa sampai saat ini belum pernah dapat laporan tentang bullying atau kekerasan sama guru dari daerah Cilawu, Beliau juga membawa 5 rekan kerjanya buat pengecekan motor di parkiran untuk mengecek penggunaan knalpot bising. Untuk menegakan kedisiplina berlalu lintas pihaknya juga melakukan rajia dari jam 2 siang sampai pulang sekolah, dan alhamdulillah penggunaan motor sudah mulai berkurang walaupun masih ada siswa yang naik motor.
Beliau juga sering melihat yang masih bonceng 3 atau 4 orang dalam satu motor, dan kegitan upacara saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di harapkan seluruh siswa/siswi mengikuti biar hapal lagunya, karena anak murid zaman sekarang sudah jarang yang tau lagu kebangsaan, sedangkan untuk pemimpin upacara jangan terlalu banyak laporan, untuk yang membaca Proklamasi UUD 1945 harus hapal , tidak boleh lihat atau dibaca.
