Sambutan Gubernur Jawa Barat Pada Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026
Sambutan Gubernur Jawa Barat
Pada Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Sampurasun!
Hari ini kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dimulai, Kegiatan Ini bukan sekadar hari pertama masuk sekolah, melainkan awal dari proses pembentukan karakter sebagai pelajar Jawa Barat. Sebuah proses untuk membangun disiplin, menumbuhkan tanggung jawab, dan membiasakan diri hidup dengan nilai karakter yang akan menjadi bekal sepanjang kehidupan.
Nilai karakter yang menjadi spirit pembangunan pendidikan di Jawa Barat adalah Pancawaluya, yang merupakan sebuah konsep pembangunan karakter yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal budaya Sunda untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang unggul dan paripurna yang dalam ajaran sunda disebut manusa waluya. Manusa waluya adalah sosok manusia yang memiliki keselarasan antara jasmani, akal, perasaan, kehidupan sosial, dan kehendaknya, sehingga tercipta pribadi yang sehat lahir maupun batin. Karakter Pancawaluya diwujudkan melalui internalisasi lima nilai inti yang saling melengkapi dan terhubung sebagai kompetensi pelajar Jawa Barat yaitu Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Dunia memasuki babak yang baru, kita dihadapkan pada perubahan yang berlangsung begitu cepat. Kecerdasan buatan berkembang, teknologi terus bergerak maju, dan arus informasi datang tanpa batas. Perubahan ini membuka begitu banyak peluang, tetapi juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, sekolah harus menjadi tempat pembangunan karakter, agar setiap kemajuan zaman dapat disikapi dengan bijaksana. Ajaran Sunda mengajarkan, "ulah unggut kalinduan, ulah gedag kaanginan." Jangan mudah hanyut oleh arus, jangan mudah goyah oleh pengaruh, sebab tidak semua yang terlihat menarik akan membawa kebaikan, dan tidak semua yang sedang tren layak untuk diikuti. Di sinilah nilai-nilai inti Gapura Pancawaluya diharapkan menjadi karakter yang kokoh. Melalui pembiasaan pola hidup sehat, seperti berjalan kaki ke sekolah, berolahraga, dan kemampuan mengelola emosi, kita sedang menumbuhkan nilai cageur. Melalui sikap hormat kepada guru, kasih sayang kepada orang tua, kepedulian terhadap teman, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, kita sedang membangun nilai bageur. Melalui kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian memegang teguh kebenaran, kita sedang menguatkan nilai bener. Melalui semangat belajar, berpikir kritis, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sertamemiliki wawasan kebangsaan, kita sedang menempa diri menjadi pribadi yang pinter. Serta melalui keberanian mengambil inisiatif dan tindakan, kemampuan berkreasi, tumbuhnya tekad untuk memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara, kita sedang menghidupkan nilai singer. Itulah makna Pancawaluya yang sesungguhnya yang bukan sekadar untuk dihafalkan, tetapi dibangun secara bersama sebagai budaya sekolah di Jawa Barat. Karena karakter tidak dibangun dalam satu hari, karakter dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan dengan secara disiplin setiap hari, hingga akhirnya menjadi sikap dan perilaku yang tercermin dalam keseharian baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
Setiap langkah yang dimulai hari ini, akan menjadi langkah yang bermakna dalam membentuk generasi Pancawaluya. Sekolah diharapkan tidak lagi hanya melahirkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai manusia dan sebagai generasi penerus bangsa. Mari bersama kita wujudkan sekolah menjadi tempat yang menghadirkan kegembiraan, guru datang disambut dengan hormat, siswa datang dengan penuh semangat, lingkungan sekolah selalu terawat, halaman sekolah bersih, sumber air dijaga, sampah dipilah dan dikelola dengan penuh tanggung jawab, maka dengan itu sekolah akan mewujud menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuhnya potensi dan bakat peserta didik untuk mencapai potensi tertingginya.
Karakter tidak akan tumbuh apabila disiplin hanya menjadi slogan. Maka, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan beberapa pembiasaan karakter yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh peserta didik. Salah satunya adalah penerapan jam malam bagi pelajar. Waktu malam adalah saat untuk beristirahat, belajar, berkumpul bersama keluarga, dan mempersiapkan diri menghadapi aktivitas keesokan harinya, bukan untuk berkeliaran tanpa tujuan. Saya mengajak seluruh peserta didik untuk menaati ketentuan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan masa depan. Saya juga mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan pola hidup yang lebih sehat dan mandiri dengan tidak menggunakan sepeda motor ke sekolah, biasakan berjalan kaki, menggunakan angkutan umum, bersepeda, atau diantar orang tua, hal ini bukan hanya membangun budaya tertib berlalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter yang disiplin, bertanggung jawab, serta menghargai keselamatan diri dan orang lain. Karakter yang positif selalu lahir dari kedisiplinan, oleh karena itu, setiap pelanggaran terhadap aturan dan nilai-nilai karakter akan mendapatkan pembinaan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Salah satunya bagi peserta didik yang memperoleh bantuan atau beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kedisiplinan dan perilaku menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab sebagai penerima manfaat. Apabila terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap ketentuan pembinaan karakter, maka pemberian beasiswa dapat dievaluasi hingga dicabut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan integritas dan akhlak yang baik.
Keberhasilan pendidikan karakter Pancawaluya tidak mungkin dibebankan hanya kepada sekolah. Pendidikan karakter hanya akan berhasil apabila sekolah, keluarga, masyarakat, danpemerintah berjalan dalam satu langkah yang sama. Karena itu, saya mengajak seluruh orang tua untuk menjadi mitra utama sekolah dalam mendidik putra-putrinya. Dukung setiap program pembiasaan karakter yang dilaksanakan di sekolah, bangun komunikasi yang baik dengan guru, serta hadirkan keteladanan di rumah, karena pendidikan karakter sesungguhnya berlangsung sepanjang waktu, bukan hanya ketika anak berada di lingkungan sekolah.Kepada seluruh peserta didik, jagalah kehormatan orang tua dengan perilaku yang santun, disiplin, jujur, taat dan bertanggung jawab. Sebagai wujud komitmen bersama, pada pelaksanaan MPLS Pancawaluya Tahun 2026 setiap orang tua atau wali peserta didik akan diminta menandatangani pakta integritas atau surat pernyataan dukungan terhadap pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. Komitmen tersebut menjadi simbol bahwa keluarga dan sekolah berdiri pada posisi dan tujuan yang sama, yaitu mempersiapkan dan membentuk generasi Jawa Barat menjadi generasi paripurna yang Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Terima kasih saya haturkan kepada seluruh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, para pengawas sekolah, TNI, Polri, orang tua, serta seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan MPLS Pancawaluya di seluruh SMA, SMK, dan SLB di wilayah Provinsi Jawa Barat. Pendidikan karakter tidak dapat dibangun oleh sekolah secara sepihak, oleh karenanya kemitraan dan dukungan seluruh elemen menjadi faktor penentu kesuksesan atas upaya yang sedang kita bangun bersama dalam mempersiapkan masa depan Jawa Barat. Sekolah membutuhkan keteladanan guru, dukungan orang tua, kepedulian masyarakat, serta lingkungan yang menghadirkan rasa aman dan membahagiakan bagi setiap peserta didik. Ketika semuanya berjalan beriringan, Maka akan lahir generasi Jawa Barat yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam karakter.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga setiap harapan menjadi kenyataan dan setiap upaya yang sedang dilakukan, membawa kebaikan untuk masa depan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pun Sapun Rahayu. Sampurasun.
Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi
